image

See The Able Not The Lable

Posted in ACRA on Dec 19, 2017

Art Collaboration and Revolutionary Action (ACRA) diselenggarakan pada hari Sabtu (2/12) di gedung Grha Widya Wisuda IPB Dramaga. Acara ini merupakan program kerja terbesar dari UKM MAX!! IPB dan sudah memasuki tahun ketujuh. ACRA menjadi salah satu wadah untuk meningkatkan softskill dalam event organizing. The 7th Art Collaboration and Revolutionary Action memililh tema “Music Without Barriers” sebagai bentuk membangun kesadaran jika musik tidak terbatas, siapapun bebas memainkan musik, dan siapapun bebas menikmati musik. Selain itu hal ini juga bertepatan dengan hari disabilitas internasional yang diperingati setiap tanggal 3 Desember. Setelah melewati dua rangkaian yaitu Band Competition dan Pre Event, tibalah di malam puncak ACRA 2017 yang dimeriahkan oleh Barasuara sebagai guest star.

“Menurut saya musik itu hidup, musik itu jiwa, luas, bebas, dan tidak terbatas peruntukannya, bukan masalah siapa, tapi apa yang bisa dilakukan "see the able not the label". Tahun ini kita bekerjasama dengan YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat), melalui kerjasama ini kita membuktikan bahwa mereka yang mempunyai kekurangan fisik pun bisa bermusik dan kegiatan lainnya.” tutur Riski Arifani, General Manager UKM MAX!! IPB.

Maint Event The 7th ACRA diawali dengan pemutaran teaser ACRA 2017 dan penampilan dari Quiver sebagai pemenang kedua Band Competition. Dilanjutkan dengan sederet penampilan band dari UKM MAX!! yaitu Hydra dan Marinona, selain itu ada juga penampilan dari Bibitelan dan salah satu band dari Institut Musik Jalanan yang personelnya merupakan penyandang tunanetra. Pada ACRA kali ini kolaborasi tida UKM seni kembali disuguhkan, UKM MAX!!, PSM Agria Swara, dan UKM Lises Gentra Kaheman kembali dipertemukan dalam satu panggung. Di tengah acara, UKM MAX!! IPB memberikan penghargaan simbolik untuk donasi kepada Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta yang diwakili oleh Bapak Yayi Munara selaku Pembina dan juga awarding untuk para pemenang dan best player band competition 2017.

“Tahun ini pastinya beda dengan sebelumnya, salah satunya dari kolaborasi. Kali ini kita fokus bermain di musik saja, menggambungkan musik tradisional dengan choir dan juga band. Untuk charity sejak awal memang kita sengaja menyisihkan sebagian hasil penjualan tiket untuk kita donasikan ke YPAC. Ada pula musisi disabilitas dari Institut Musik Jalanan yang juga ikut mengisi ACRA 2017, melalui mereka kita belajar bahwa untuk berkarya keterbatasan bukanlah halangan,” tutur Luthfi Faris, Ketua Pelaksana ACRA 2017.

Sekitar pukul 9 The 3rd G Major yang merupakan salah satu band dari UKM MAX!! IPB naik ke atas panggung sebagai opening act dari guest star dengan membawakan lagu Keep Being You (Isyana) dan Akhir Cerita Cinta (Glenn Fredly). Kemeriahan ACRA 2017 ditutup oleh penampilan Barasuara dengan lagu-lagu hits yang mereka miliki diantaranya “Taifun”, “Sendu Melagu”, “Api dan Lentera”, “Bahas Bahasa” dan lainnya selama satu jam. “Acaranya asik. Asik banget! Walaupun hiruk pikuknya beda dari taun kemarin, tapi tetep asik! ACRA dari taun-taun sebelumnya pun tuh opening performance-nya  aja udah keren, kolaborasinya tahun ini juga lebih kerasa. Sukses terus buat MAX!! dan ACRA-nya!” tutur Alifah (mahasiswa IPB) salah satu penonton ACRA. Antusiasme penonton juga datang dari Hafidz mahasiswa UIN Jakarta, “Saya sudah langganan ACRA dari waktu RAN, Nidji, dan sekarang Barasuara. Awalnya nonton karena nemenin teman saya anak IPB, tapi semenjak tahun lalu jadi suka sama acaranya. Walaupun tahun ini line up guest star nya cuma satu tapi acaranya tetep seru!”

SHARE